Pemerintah tengah gencar menggaungkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan berbasis listrik di Indonesia. Hal itu sejalan dengan target yang diberikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada 2030 Indonesia bisa memproduksi 600.000 unit mobil listrik. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Investasi sekaligus Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) aktif menawarkan kerja sama investasi kepada negara asing. Penawaran itu tak lain adalah untuk mengindahkan target Presiden Jokowi, melalui pembangunan pabrik ekosistem kendaraan listrik.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, menyebutkan bahwa setidaknya ada satu perusahaan manufaktur dan teknologi yang berasal dari Taiwan akan menanamkan investasinya di Indonesia pada tahun 2023 ini. Perusahaan itu adalah Hon Hai Precision Industry Co. Ltd atau yang biasa disebut Foxconn. Kabarnya, Foxconn akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking di awal tahun ini. Namun sayangnya, hingga akhir tahun 2023 Foxconn belum kunjung merealisasikan groundbreaking seperti yang selama ini digembar gemborkan oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Jadwal Kapal Pelni Jayapura Surabaya Februari 2024, Ada KM Dobonsolo hingga KM Labobar Update JADWAL KAPAL Pelni Makassar Surabaya Januari 2024: KM Ciremai hingga KM Gunung Dempo Kaleidoskop 2023: Maju Mundur Investasi Foxconn di Indonesia
Jadwal Siaran Langsung Indonesia Master 2024 Hari Ini Live iNews TV dan Live Score, 9 Wakil Berlaga Jadwal Indonesia Masters 2024, Live INews TV: Fajar/Rian dan Apriyani/Fadia Tanding Kaleidoskop 2023, Banjarbaru Maju, Agamis dan Sejahtera
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 88 89 Kurikulum Merdeka: Teks Negosiasi Halaman all Adapun Foxconn disebut akan investasi untuk industri baterai listrik, industri kendaraan listrik (roda 4, roda 2, e bus), industri pendukung (termasuk charging station, R&D dan training) sebesar 8 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Foxconn telah menandatangani nota kesepakatan untuk berinvestasi lebih luas pada proyek pengembangan mobil listrik atau Electric Vehicle (EV), termasuk manufaktur baterai dengan Kementerian Investasi Indonesia serta perusahaan energi PT Indika Energy, Indonesia Battery Corporation dan vendor skuter listrik Taiwan, Gogoro.
Pihak Foxconn mengatakan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk membangun ekosistem energi baru di Indonesia, dengan pengembangan industri pendukung EV seperti sistem energi, stasiun pertukaran baterai dan daur ulang. Kemudian, pada Rabu 16 November 2022 silam atau sejalan dengan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group 20 (G20) yang digelar di Bali, kala itu Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa perusahaan PT Indika Energy Tbk. (INDY) dan Foxconn akan membangun ekosistem kendaraan listrik. Hal itu dia sampaikan setelah pemerintah Indonesia menerima lima bus listrik yang diberikan oleh Foxconn dan Indika Energy di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022) silam. Bus listrik tersebut dikerahkan dalam rangka mendukung kesuksesan Presidensi G20 Indonesia.
Bahlil Lahadalia mengatakan, kehadiran Foxconn telah lama sudah ditunggu. Sebab, Bahlil menyoroti kualitas produk Foxconn serta kontribusi Foxconn kepada global serta persoalan ICT (Information and Communication Technology). "Hari ini Foxconn akan masuk ke Indonesia untuk bangun ekosistem baterai kendaraan listrik yang dimulai dari bus listrik. Kita juga akan mendorong sel baterai dan industri lainnya," ujar Bahlil. Menindaklanjuti hal tersebut, Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan Chairman Foxconn Young Liu. Pertemuan itu diungkapkan Bahlil untuk melakukan negosiasi atas kesepakatan investasi Foxconn di Indonesia.
"Dia (Chairman Foxconn, Young Liu) datang berdiskusi sama saya kurang lebih sekitar 2 jam 30 menit. Dia menyampaikan niatnya yang sangat serius dan dia tidak tahan lagi untuk mengimplementasikan (investasi)," ucapnya. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, Foxconn akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik bus listrik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, awal tahun depan atau 2023. Bahlil menyampaikan kabar tersebut di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali.
Kemudian pada Februari 2023 lalu, Bahlil mengungkapkan molornya pelaksanan groundbreaking pabrik Foxconn lantaran terkendala waktu. Padahal dirinya sempat mengatakan groundbreaking Foxconn akan direalisasikan di kuartal I tahun 2023. Hingga saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut. "Enggak ada apa apa ini cuman karena waktu saja, karena ini kan Covid 19 di China baru selesai," ujarnya usai menghadiri acara Mandiri Investment Forum (MIF) di Jakarta, Rabu (1/2/2023).
"Saya kan bilang (groundbreaking) sampai kuartal pertama. Mudah mudahan tidak ada masalah, nanti di kuartal pertama baru kita lihat perkembangannya," lanjutnya. Lalu pada Juni 2023, Bahlil kembali mengungkapkan bahwa belum dimulainya groundbreaking Foxconn lantaran masih mengalami kendala dinamika internal. "Kemarin ada terjadi dinamika sedikit di internal mereka, yang akan mungkin sudah hampir selesai. Kalau sudah selesai saya akan sampaikan," kata Bahlil usai Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Jumat (9/6/2023).
Saat ditanya kepastian pembangunan tahap awal atau Groundbreaking Foxconn, Bahlil enggan menjawab secara pasti. "Groundbreakingnya di tahun ini. Kalau kuartalnya aku enggak berani jawab," tegas Bahlil. Hal itu menjadi catatan bahwa sudah memasuki kuartal kedua tahun 2023 perusahaan pabrikan Taiwan itu belum juga membangun pabrik di tanah air.
Menanggapi hal itu, Bahlil menegaskan bakal mengunjungi perusahaan Foxconn pada Agustus 2023 lalu. Kunjungannya itu tak lain adalah untuk menjajaki kepastian investasi Foxconn terhadap pembangunan pabrik baterai bus listrik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. "Ah Foxconn, saya rencana mau ke sana. Rencana setelah 17 Agustus," kata Bahlil usai Konferensi Pers di Kantor BKPM, Jumat (21/7/2023). Bahlil pun membantah molornya investasi Foxconn lantaran kerja sama itu urung dilakukan. Dia menegaskan bahwa investasi Foxconn masih berjalan. Bahlil juga menegaskan komitmen investasi Foxconn masih berjalan dan tetap sama yakni membangun baterai kendaraan listrik.
"Enggak dong, jangan terlalu batal batal. Saya alergi, jangan lah, kalau cinta masih berlanjut kenapa harus putus, nggak boleh," ungkap dia. "Iya, karena subsidi motor listrik kalau pabriknya dalam negeri. Dia nggak bisa impor terus kita subsidi, nggak begitu. Itu untuk mendorong agar industri dalam negeri kita jalan," sambungnya. Memasuki kuartal empat tahun 2023, hilal pembangunan pabrik kendaraan listrik atas kerja sama pemerintah dengan Foxconn belum juga terlihat.
Bahlil Lahadalia kembali mengungkapkan bahwa molornya investasi Foxconn imbas dari situasi geopolitik yang terjadi di Laut China Selatan. "Ini gara gara persoalan geopolitik yang belum selesai. Saya mungkin akan berangkat ke China," kata Bahlil kepada wartawan usai menghadiri acara Anugerah Layanan Investasi 2023 di Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2023). Bahlil bilang, pihaknya bakal mengunjungi Foxconn pada Desember 2023 ini. Hanya saja dia enggan menjelaskan waktu detilnya.
"Karena ketegangan politik di laut China Selatan ini juga adem adem tapi dibawah nya agak sedikit berkecamuk sedikit juga. Saya mungkin rencananya bulan Desember (berkunjung)," jelas Bahlil. Adapun saat ditanya terkait batalnya Foxconn melakukan groundbreaking di tahun ini, Bahlil bilang pihaknya bakal mengusahakan. "Saya akan usahakan (groundbreaking)," tegasnya.